GalaxyNews.Co.Id./Batanghari/jambi.- Tim penerangan hukum Kejaksaan Negeri Batanghari menggelar penyuluhan hukum Jaksa Masuk sekolah, kegiatan kali ini dilaksanakan pada Sekolah Menengah Atas ( SMA ) Negeri 5 Bajubang Kecamatan Bajubang Kabupaten Batanghari Jambi.
Tema yang diangkat dalam Jaksa masuk sekolah di SMA N 5 Bajubang yaitu Kenali Radikalisme dan Terorisme dengan dikuti sebanyak kurang lebih 45 siswa/i , Senen ( 30/1/2023 ) di SMA N 5 Bajubang. Hadir dalam kegiatan tersebut Kajari Batanghari Sugih carvallo diwakili Aulia Rahman S.H, Kasi Intelijen Kajari Batanghari.
Selain kasih Intelijen juga turut hadir Rizki Pertamawan SH ( Calon Jaksa ) , Mushtaq Hussen SH Kasubsi Ekonomi Keuangan dan pegamanan, Cindy Febriana Violetta ( Sataf Intelijen ), Kepala SMA N 5 Bajubang Susi Sofyian S.Pd sejumlah majelis guru serta siswa/i SMA N 5 Bajubang.
Selaku kepala sekolah Susi mengucapkan terima kasih kepada semua Tim Jaksa masuk sekolah dalam kegiatan penyuluhan hukum dengan tujuan memberikan pengenalan dan pembinaan hukum sejak dini, diharapkan kepada anak anak didiknya tidak terjerumus dan terlibat dalam persoalan hukum papar Susi ketika memberikan sambutan diawal acara tersebut.
Dalam tema yang diangkat Kenali radikalisme dan Terorisme diharapkan menjadi pemahaman bagi siswa/i kita, dan juga dapat lebih mengenal serta tahu tentang hukum ujar Susi, Nara sumber dari Kajari Batanghari menjelaskan pengertian dari Radikalisme adalah suatu pendangan dan pemahaman serta suatu gerakan yang menolak secara keseluruhan tentang tatanan kehidupan.
Secara menyeluruh terhadap tatanan kehidupan tertib sosial dan paham politik yang ada dengan cara perubahan atau perombakan secara besar besaran melalui jalan kekerasan sebut nara Sumber, Radikalisme berupa pemahaman individu terhadap agama yang menyimpang dari konsep dasar yang telah ada.
Dilihat dari fanatisme pemeluk agama yang berlebihan tanpa mengakui eksistensi agama lain serta mengklaim agamanya yang paling benar dan diakui, sebaliknya menimbulkan fanatisme akan kebenaran kelompok dia sendiri dan dapat menibulkan kesenjangan sosial yang menciptakan kelompok elite dan kelompok miskin.
Selanjutnya Nara sumber menyebut upaya dalam penanggulangan Terorisme dengan menekankan pentingnya wawasan kebangsaan dalam memuat pendidikan formal mengurangi dan menghapus kesenjangan sosial, ekonomi,politik , pendidikan dan kebudayaan dalam skala luas, disamping itu pula oreantasi keagamaan yang tekstual, rigrid dan sempit menjadi kontekstual fleksibel dan terbuka.
Penyuliuhan hukum jaksa masuk sekolah ( JMS ) mendapat sambutan yang cukup antusias dari para siswa/i dan para guru guru yang hadir, usai kegiatan penyuluhan Tim JSM memberikan cendra mata atau souvenir kepada Siswa/i yang hadir, program ini merupakan program Kejaksaan Agung RI yang dicanangkan diseluruh wilayah RI ungkap sumber , terlihat para peserta secara ketat tetap mengikuti protokol kesehatan.
( Andi Katul***** )






Discussion about this post