GalaxyNews.Co.Id. Batang Hari/ Jambi.– Kritikan adalah bagian tak terpisahkan dari kepemimpinan, dan siapapun,tak peduli sehebat apapun, pasti akan menghadapinya. Bahkan para khalifah besar dalam Islam, yang dikenal bijak dan adil, tak luput dari koreksi dan teguran rakyat.
“Tentu, krtik bisa menyakitkan,apa lagi disampaikan dengan nada tajam dan langsung. Bagi banyak pemimpin kritikan bisa menjadi ujian ego,bagaimana respon mereka terhadap teguran tersebut,sementara mereka berada di puncak kekuasaan.
“Namun Sayydina Umar bin Khattab memberikan teladan yang berbeda, alih alih marah atau merasa terancam, Umar menyikapi kritikan dengan ketenangan dan kebesaran hati. Ketika teguran datang ia tak pernah membalas dengan amarah, melainkan dengan kesentuhan.
“Ini salah satu contoh pemimpin yang diterapkan oleh kepala Desa Ladang Peris kecamatan Bajubang batang Hari jambi, Rahmadi Suqron Zazilah.S.Sos.,M.M. Sempat beberapa hari lalu Desa Ladang Peris dibawah kepemimpinannya mendapat kritikan dari Media, dengan Salam, senyum beliau menyapa awak media, Saya terima kasih paparnya dengan adanya kritikan dan masukan seperti ini tentu saya dan seluruh perangkat Desa akan bekerja lebih baik lagi cetusnya.
“Terima kasih kepada rekan rekan Media, dengan segala kekurangan dan kelebihan yang kami miliki saya berharap kawan kawan Pers jangan segan segan untuk memberikan kritikan dan masukan, apa lagi kritikan dan masukan tersebut demi untuk kemajuan dalam pembangunan yang ada di desa, lebih lebih di desa Ladang Peris harapnya.
“Saya terima kasih bang ucapnya, dengan adanya kritikan yang disampaikan pada Media kemaren tentu akan menjadi bahan evaluasi saya kedepan, mari kita sama sama bergandeng tangan untuk membangun,bukan hanya di desa Ladang Peris khususnya di Kabupaten Batang Hari yang kita cintai ini. Saya selaku manusia tentu tak luput dari kekurangan dan kehilafan, untuk itu saya mohon kiranya abang abang dan kawan kawan Pers lainnya dapat membantu dalam memeberikan masukan demi untuk kemajuan kita bersama.
“Dalam hal ini sosok yang akrab disapa Suqron jelas sikapnya menunjukan bahwa kekuatan sejati seorang pemimpin terletak pada kemampuannya menerima kritikan dengan lapang dada,kemudian membenahi sesuatu yang masih kurang dalam kepemimpinannya. (Rd****0101)






Discussion about this post