GalaxyNews.Co.Id.Batang Hari/jambi.-Masih ingat dengan pembunuhan sadis pasangan suami istri (Pasutri) Erlances Pakpahan (42) dan Eva Sibatuara (31) di Tanjung Mandiri Desa Bungku Kecamatan Bajubang Kabupaten Batang Hari Jambi,keduanya ditemukan tergeletak dan bersimbah darah tak bernyawa pada 25 September 2025 yang lalu hingga kini masih misterius
Kurun waktu lebih kurang satu bulan pasca kejadian yang merenggut nyawa Pasutri tersebut,aparat kepolisian dari Satreskrim Polres Batang hari di bantu Satreskrim Polsek Bajubang belum berhasil mengungkap motif dan menangkap pelaku pembunuhan sadis tersebut, sebelumnya kejadian ini sempat membuat gempar warga desa Bungku dan sekitarnya serta menjadi perhatian publik luas.
“Kini masyarakat luas tengah menunggu perkembangan dari pihak kepolisian,”apakah mampu mengukap motif serta menangkap pelaku pembunuhan sadis ini???. Kasat Reskrim Polres Batang Hari AKP.M.Fachri Rizky.S.Tr.K.,S.I.k.,ketika di konfirmasi melalui pesan singkat WhatSaapnya(21/10/2025) hanya terlihat cintang dua serta belum ada respon dan tanggapan, hingga berita ini ditayangkan.
“Di tempat terpisah Kapolsek Bajubang IPTU.M.Alzoeby Erbakan,S.Tr.K.,M.H.,melalui telpon What Saapnya (21/10/2025) menjelaskan,”maap bang kasus ini sepenuhnya sudah ditangani oleh Satreskrim Polres Batang Hari, pihak Polsek hanya membantu,silahkan abang koordinasi langsung ke kasat ungkap Polsek.
“Dan melalui pesan singkat What Saapnya Polsek Bajubang,”Siang bang,anggota Reskrim Polres, Sat Intel Polres dan anggota Polsek masih didalam, bantu doa ya bang semoga cepat terungkap tulisnya. Ketua LSM GPKJ Kabupaten Batang Hari Supan Sopian.S.E., menanggapi kasus ini ungkapnya, kasus pembunuhan di Tanjung Mandiri Desa Bungku kecamatan Bajubang bukan kasus pembunuhan pertama yang belum terungkap, masih ada kasus lain dimana penemuan mayat gadis belia (Nasifa,20) pada 27 Februari 2024 silam tanpa busana di dalam kolam bekas galian tanah Km 6 kelurahan Kampung Baru kecamatan Muara Tembesi hingga kini juga masih menjadi misteri dan belum mampu aparat kepolisisan mengungkap motif maupun menangkap pelakunya cetus Sopian.
“Menurut Supan Sopian, dua kasus pembunuhan sadis ini menjadi PR besar bagi anggota kepolisian khususnya Satreskrim Polres Batang Hari, hendaknya aparat penegak hukum dalam hal ini aparat Kepolisian dapat bekerja profesional dalam mengungkap kasus kasus seperti ini,tujuannya agar tercipta rasa nyaman dan keamanan ditengah tengah masyarakat papar Sopian.(Rd***0101)






Discussion about this post