“Hafis : Pening sayo lah banyak wartawan mendatangi sayo.
GalaxyNews.Co.Id.Batang Hari/Jambi.-Kegiatan perawatan, pemeliharaan , dan pembangunan tanah kas desa (TKD) desa Rantau Puri Kecamatan Muara Bulian kabupaten Batang Hari seluas 5 haktar, kegiatan tersebut dilaksanakan pada tahun anggaran 2023 yang bersumber dari Dana Desa (DD).
“Hingga saat ini pembangunan kebun kelapa sawit yang menghabiskan dana sebesar Rp.200.277.500,-juta, menjadi sorotan warga masyarakat setempat,” salah seorang tokoh masyarakat desa Rantau Puri yang namanya nggan untuk di publikasikan menuturkan pembangunan kebun kelapa sawit itu saat ini telah memasuki tahun ketiga.
“Sangat disayangkan cetusnya pasca dibangun kebun tersebut hingga sekarang tidak ada perawatan, bahkan terlihat seperti semak belukar’ hal ini dianggap mubazir dan hanya menghambur hamburkan uang rakyat,bibit sawit yang telah ditanam terlihat sudah banyak yang mati, saya kurang tahu apa penyebabnya.
“Yang bersangkutan juga menjelaskan awal pembukaan lahan menggunakan alat berat jenis exsapator sistim staking rincian biaya Rp.250.000/jam, pembelian bibit dengan harga Rp.45.000/batang, upah tanam Rp.20.000/batang dengan jarak tanam yaitu 7 x 8 m,. jelasnya.
” Ia sangat menyayangkan spekasi bibit yang ditanam, jelasnya bibit tersebut dianggap tidak memenuhi standar dan tidak bersertifiksi,tegasnya. bibit itu dibeli dengan warga masyarakat biasa bukan pada tempat pembibitan yang memiliki legalitas yang sah serta mempunyai sertipikat, ini uang rakyat ungkapnya.
“Ditempat terpisah kepala desa Rantau Puri M.Hafiz melalui sambungan telpon What Saapnya ketika dihubungi pada Jum’at (27/6/2025) mengaku pusing, “pening sayo lah banyak wartawan nemui sayo nanyo masalah kebun iko jelasnya, “sayo kini masih dikebon yang jelas terkait masalah pembangunan kebun itu SPJ lengkap dan ado di inspektorat jelas Hafiz.(Rd***0101)






Discussion about this post