GalaxyNews.Co.Id.Batang Hari/Jambi.-Puluhan juta untuk sebuah Website? akal sehat publik diuji,kini publik pun dibuat geleng geleng kepala, betapa tidak anggaran yang digelontorkan satu website desa di kabupaten Batang Hari Jambi mencapai Rp 10.000.000 juta.,/ website / desa, ditambah lagi biaya perpanjangan / tahun sebesar Rp.5.000.000 juta.
“Pembuatan Website desa di Kabupaten Batang Hari melalui pihak ketiga dalam hal ini CV.Jago Rakso. Website tersebut dilaksanakan pada tahun 2024 yang lalu, bersumber dari Dana Desa (DD), hal ini diakui langsung oleh pihak penanggung jawab dari CV.Jago Rakso yang di temui pada Jum’at (7/11/2025).
Sebelum menjabat kepala desa sebagai penanggung jawab dari CV.Jago Rakso DY,seorang teknis pendamping desa.”ia mengakui pembuatan website desa itu dikerjakan oleh CV.Jago Rakso,kurang lebih sebanyak 40 desa di kabupaten Batang Hari yang telah memiliki website desa sebut DY.
“Ketika ditanya terkait penawaran dalam pembuatan website desa tahun 2024 yang lalu sebesar Rp.10.000.000., DY mengelak untuk memberikan keterangan,maaf bang saya telah dipanggil serta diperiksa oleh penyidik Cabang kejaksaan negeri di Muara Tembesi,”semua berkas perusahaan dan surat penawaran telah saya serahkan ke penyidik ujarnya.
Sebaliknya terkait biaya perpanjangan website sebesar Rp.5.000.000.,/tahun Dy,mengakui untuk biaya pelatihan,biaya perpanjangan dan biaya biaya lainnya.Saat ditanya apakah pihak perusahan memiliki tim pengembangan web yang kompeten dan mampu menyediakan layanan lengkap termasuk,pendaptaran dan pengelolaan domain (desa.id atau ,go.id),penyediaan hosting yang handal dan aman DY berdalih semua sudah di serahkan kepihak penyidik.
“Selanjutnya apakah dalam pengembangan dan desain website (sering kali menggunakan platformseperti OpenSID atau WordPress, serta pemeliharaan dan dukungan teknis pasca pengembangan, abang silahkan koordinasi ke pihak penyidik Cab Jari di Muara Tembesi cetus DY.
“Menurut keterangan dari beberapa orang kepala desa yang turut serta bekerja sama dalam pembuatan website tersebut,mereka menyoroti peran oknum PNS di Dinas PMD maupun peran oknum PNS Camat, yang diduga kuat menyalah gunakan kewenangan mereka dalam mendorong program ini. Bahkan menurut mereka dari website yang dibuat hanya berisi konten seadanya,statis dan tidak pernah diperbaharui lebih menyerupai etalase digital mati ketimbang sarana layanan informasi masyarakat desa.
Sejumlah kepala desa mengakui telah dipanggil oleh pihak penyidik Cab Jari Muara Tembesi dalam kapasitas memberikan keterangan seputar kegiatan dalam pembuatan website tersebut, termasuk kaur keuangan, bendahara desa serta Sekdes turut di panggill serta diperiksa.
Ketua LSM GPKJ Kabupaten Batang Hari Supan Sopian menduga adanya pola yang sistemik dan terstruktur dalam pelaksanaan proyek ini, modusnya penyedia jasa website diduga telah ditentukan sejak awal oknum PNS DPMD dan oknum PNS camat ungkap sopian diduga aktif melobi para kepala desa agar menggunakan penyedia tertentu,lengkap dengan paket harga yang sudah di patok, ini jelas permainan kotor mereka bukan hanya menyalahgunakan jabatan, tapi juga merusak prinsip otonomi desa. Kades dijadikan pion APBdes untuk menggolkan kepentingan segelintir orang tegas Supan Sopian. (Rd***0101)






Discussion about this post