GalaxyNews.Co.Id. Batanghari / Jambi.- Sepertinya sejumlah paket pekerjaan insprastruktur baik pekerjaan fisik maupun pekerjaan jalan di kabupaten Batanghari tidak akan rampung pada akhir Desember 2022 ini, tampak sejumlah pekerja dan pihak rekanan berburu dengan waktu yang hanya tinggal kurang dari satu bulan lagi.
Suatu pekerjaan apa bila dikerjakan dengan tergesa gesa atau diburu bagi rekanan hanya untuk mengejar progres dari kemajuan fisik tersebut jelas hasil yang didapat tidak akan sesuai apa yang diharapkan sebagaimana yang tertuang didalam Rencana Anggaran Biaya serta teknis kegiatan yang sudah direncanakan.
Ini akan berdampak dari hasil pekerjaan itu sendiri ungkap Rudy warga Muara Bulian baru baru ini, sepertinya pihak kontraktor bersama para pekerja terburu buru bang dalam mengejar Progres pekerjaan sangat disayangkan ini akan berdampak pada hasil pekerjaan yang dapat merugikan pemerintah maupun masyarakat Batanghari jelas Rudy.
Disini dituntut pengawas teknis maupun pengawas lapangan agar benar benar berperan dalam melakukan punsinya sebagai pengawas ” selama ini jarang terlihat pengawas konsultan maupun pengawas teknis berada dilapangan ungkap Rudy” selaku warga Batanghari berharap apa yang telah dibangun oleh pemerintah bisa bertahan puluhan tahun kedepan paparnya.
Seperti bangunan Pendestrian sepanjang jalan Jend Sudirman hingga Gor Basket simpang tugu kejaksaan dikerjakan oleh CV.Puspa Sari dengan nilai kontrak cukup pantastis sebesar Rp. 4 Milyar bersumber dari dana APBD Kabupaten Batanghari tahun 2022, dan bangunan alun alun berlokasi dilapangan Garuda Muara Bulian dengan kucuran dana sebesar Rp. 2,2 Milyar.
Rudy menyebut kedua proyek strategis ini diprideksi tidak akan rampung pekerjaannya pada akhir Desember 2022 mendatang, bicara teknis dalam pekerjaan terhadap kedua paket tersebut dari Nol persen hingga sekarang banyak ditemukan kejanggalan kejanggalan dilapangan tentu nanti akan dikoordinasikan bersama konsultan perencana, pengawas teknis dan pengawas lapangan ungkap Rudi.
Pelaksana tugas Kepala Dinas PUPR Kabupaten Batanghari melalui Kepala Bidang Cipta karya Andre membenarkan hal tersebut ” ya apa yang disampaikan tersebut pihaknya sudah memahami serta mengetahui apa yang terjadi dilapangan jelasnya” saya baru menjabat selaku Kabid CK paparnya sekarang pokus dalam pembenahan baik secara administrasi maupun penegasan dilapangan.
Andre juga menjelaskan pihaknya sudah memberikan surat peringatan pertama kepada pihak rekanan, secara teknis akan dihitung berapa kemajuan fisik dilapangan, harapannya kedepan kegiatan yang sedang berlangsung sekarang ini jangan menjadi batu sandungan serta menjadi bumerang dikemudian hari cetusnya.
Masih menurut Andre ia berharap kepada semua pihak turut serta dalam melakukan pengawasan laporkan kepihaknya kalau ada kejanggalan dilapangan, bangunan ini merupakan milik warga Batanghari yang perlu kita jaga dan perlu kita awasi demi kepentingan kita bersama pintanya.
( rda )






Discussion about this post