“Warga Kecewa Kalau Bupati hadir Penjabat Eselon II dan setingkat Kabid Berbondong bondong Hadir, pintar cari muko dihadapan Bupat”
GalaxyNews.Co.Id.Batang Hari / Jambi.- Ribuan warga sambut pesta rakyat yang dilestarikan turun temurun oleh warga dan masyarakat desa Terusan kecamatan Maro Sebo Ilir (MSI) Kabupaten Batang Hari Jambi , pada MInggu , (3/8/2025). Adat tradisi bekerang yang terus dilestarikan di Luibuk Jawi menjadi perhatian oleh masyarakat, bukan saja oleh warga masyarakat Terusan bahkan warga masyarakat diluar desa terusan berbondong bondong dalam acara bekerang yang diselenggarakan setiap satu tahun sekali.
” Tradisi bekarang yang digelar mulai pukul 8.30 Wib,dihadiri Asisten I Sekda Batang Hari M.Rifa’i mewakili Bupati Batang Hari M.Fadhil Arief yang pada kesempatan tersebut tidak dapat hadir karena ada tugas yang tidak dapat diwakili di Jakarta, ” ya pak bupati tidak dapat hadir pada kesempatan ini ungkap Kepala desa Terusan Ikna, beliau mendadak ke jakarta ada tugas yang tidak dapat diwakili.
“Pantauan dilapangan pada saat berlangsungnya tradisi bekarang penjabat daerah kabupaten Batanghari yang hadir selain Asisten I setda, Kepala Dinas P3, Sekretaris Disporapar serta kepala Kecamatan Maro Sebo Ilir, beberapa warga asli desa terusan saat dikonfirmasi mengaku kecewa,” aneh ya bang paparnya kalau pak Bupati tidak hadir jangan harap para petinggi penjabat eselon II, kabid yang lainnya akan datang dan hadir cetusnya.
“Cobo Pak Bupati hadir hemmm gumamnya subuh kelam para penjabat lah rame mobil e ke dusun ko, sayang yo bang penjabat kini ko banyak cari muko bae dihadapan rajo (Bupati), ” kalau dilihat hari ko hanya duo tigo orang penjabat yang nampak batang hidungnyo selain dari pak Asisten paparnya. “hal ini menjadi kekecewaan mendalam bagi warga setempat, kepala Desa Terusan Ikna ketika di konfir terkait hal itu nggan untuk memebrikan tanggapan, dulur biso lihat deweklah apo yang disampaikan oleh warga sayo tadi ungkapnya.
“Kepala Desa Terusan Ikna menjelaskan tradisi bekarang dilubuk jawi sudah ada sejak dari zaman nenek moyang kami dulu, dan tradisi bekarang ini tetap akan kami lestarikan sampai kapanpun juga, Lubuk jawi merupakan lubuk larangan yang ikan atau habitat lainnya boleh diambil setiap satu tahun sekali yang dinamakan dengan tradisi bekarang, ia juga menyebut kegiatan bekarang hari ini merupakan tradisi pembuka dan selanjutnya beberapa minggu kedepan warga lainnya tidak dilarang untuk melakukan kegiatan bekarang dengan catatan tetap menggunakan alat tradisional seperti jala, pesap, sanggi, tangkul , dan serkap cetus Ikna. (Rd***0101)






Discussion about this post